Serial Cara Mendidik Anak #2 : Mendidik Anak di era Digital

Serial Cara Mendidik Anak #2 : Mendidik Anak di era Digital

Serial Cara Mendidik Anak #2 : Mendidik Anak di era Digital

Cara Mendidik anak pada era digital ini akan semakin menantang dimana ada perubahan pola dibanding era sebelumnya. Orang tua tidak boleh kalah dengan perkembangan teknologi digital, harus terdapat upgrade pengetahuan juga yang menyesuaikan dengan aspek psikologis anak.
Berikut ini adalah tips Cara mendidik anak berdasar usianya terkait dengan era digital.
 
Cara Mendidik Anak Usia 8-12 tahun

1. Memiliki kesepakatan yang dipahami dan dijalani bersama, memonitor pelaksanaannya, konsisten menerapkan konsekuensi atas pelanggaran, dan memberikan apresiasi atas keberhasilan dalam menjalankan
kesepakatan.
2. Memanfaatkan program atau video yang menunjukkan berbagai pengalaman positif yang menstimulus imajinasi.
3. Mendiskusikan perilaku baik dan tidak dari karakter di media yang mereka kenal.
4. Diskusikan hal-hal terkait peran laki-laki dan perempuan.
5. Menghindari tayangan program media digital yang menampilkan agresivitas, antisosial, dan perilaku negatif lainnya.
6. Memberikan pemahaman tentang lelucon mengenai anggota tubuh.
7. Menghindari tayangan iklan yang bertebihan terutama mengenai pola dan nutrisi makanan yang tidak sehat.
8. Menghindari tayangan gambar atau iklan rokok.

Selanjutnya Cara mendidik anak untuk usia Remaja (12-18 tahun)

1. Memiliki kesepakatan yang dipahami dan dijalani bersama, memonitor pelaksanaannya, konsisten menerapkan konsekuensi atas pelanggaran, dan memberikan apresiasi atas keberhasilan anak dalam menjalankan kesepakatan.
2. Memperkenalkan keanekaragaman, ras, etnis dan situasi ekonomi.
3. Mengajak anak berpikir kritis atas tayangan informasi dengan cara mengajukan pertanyaan seperti: "Menurut kamu apa yang paling menarik dari video ini?"
4. Memanfaatkan tayangan pada media dan iklan untuk membicarakan berbagai karakter.
5. Memanfaatkan media blogs untuk melatih anak berpikir kritis dan membimbing mereka untuk menjadi penulis, bukan hanya pembaca
6. Mengajak anak untuk mengeksploarsi lebih jauh minat dan bakatnya.
7. Menghindari tayangan iklan rokok, minuman keras, dan narkoba.
8. Menanamkan etika berkomunikasi positif di media sosial
9. Memperhatikan pengaturan privasi dalam media digital, khususnya media sosial.
10. Membatasi aktifitas anak di sosial media.

Menjadi (lebih) peduli, bukan berarti orang tua harus piawai dan paham segala macam hal dan istilah teknis dari perangkat dan media digital yang akan dibeli atau telah digunakan oleh anaknya. Selama anak masih tergantung kepada orang tua, maka orang tua wajib mengetahui, bukan membatasi, untuk apa dan bagaimana perangkat dan media digital digunakan oleh anak.
Orang tua sebaiknya paham, bahwa perangkat dan media digital adalah teknologi yang bak pisau bermata dua. Apabila Salah digunakan, bisa mencelakai penggunanya. Semakin canggih perangkat dan media digital yang digunakan, semakin "tajam pisau"-nya. Ini membutuhkan ekstra tanggung-jawab dari penggunanya, ataupun orang tua. Menjadi awal kesalahan apabila orang tua dalam mendidik anak menyerahkan keputusan menggunakan perangkat dan media digital sepenuhnya kepada anak.
Perilaku berkomunikasi internal keluarga dan peran orang tua adalah faktor dominan dan penentu untuk melindungi anak dan keluarga dari penggunaan perangkat digital dan paparan media digital.

Direktorat Pembinaan Pendidikan Ketuarga
Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
2016