Serial Cara Mendidik Anak #3 : MENGENAL 7 (TUJUH) CIRI PERKEMBANGAN ANAK USIA 6-10 TAHUN

Serial Cara Mendidik Anak #3 : MENGENAL 7 (TUJUH) CIRI PERKEMBANGAN  ANAK USIA 6-10 TAHUN

Serial Cara Mendidik Anak #3 : MENGENAL 7 (TUJUH) CIRI PERKEMBANGAN ANAK USIA 6-10 TAHUN

Agar Emak-emak tahu cara mendidik anak sesuai usianya, maka perlu emak-emak kenali ciri-ciri baik fisik, motorik, bahasa dan aspek psikis anak. Berikut kami uraikan ciri dan cara mendidik anak berdasar usianya.

A. Ciri-ciri anak usia 6-10 tahun

Anak usia 6-10 tahun sering juga disebut anak usia sekolah dasar (SD) awal atau kelas rendah (kelas 1-4 SD). Di usia ini anak mengalami perkembangan yang berbeda dengan usia dibawahnya, terutama kemampuan gerak dan bahasanya. Anak lebih gesit dan lincah bergerak juga sudah dapat bicara dengan lancar. Kemampuan berpikir juga berkembang pesat seiring dengan pembelajaran yang mereka dapatkan di sekolah dan di rumah.
Umumnya ciri-ciri yang terlihat pada anak usia ini adalah :
1. Perkembangan Fisik dan Motorik
  a. Tinggi dan berat badan
      Anak-anak usia sekolah, di awal usia 6 tahun memiliki tinggi mulai dari sepinggang orang dewasa, atau kira-kira 114 cm. Dan berat badan kira-kira 21 kg. Sampai 36 kg di usia 10 tahun beberapa ada yang bahkan sepundak orang dewasa (sekitar 140 cm). Dengan berat badan sekitar 33 kg. Ukuran badan yang lebih besar terutama pada anak perkotaan yang mendapat makanan bergizi yang lebih baik.
  b. Motorik kasar, (gerakan kaki dan tangan) Selama masa usia sekolah, kemampuan dan ketrampilan gerak anak nampak sangat meningkat, sudah bisa berjalan lurus, berlari, melompat, loncat dan menendang bola. Mereka juga sudah terampil untuk naik turun tangga tanpa dibantu. Sehingga dapat gunakan ketrampilan ini dalam permainan sehari-hari. Umumnya mereka senang bermain bola, atau permainan lain yang melatih mereka berlomba. keseimbangan badan juga sudah baik, sehingga sudah bisa berdiri dengan satu kali dan tidak mudah jatuh.
  c. Motorik halus, (gerakan jari-jari tangan)
      Keluwesan dan kekuatan jari tangan juga sudah terlihat baik. Anak umumnya sudah dapat melakukan kegiatan yang membutuhkan keterampilan tangan seperti merobek, memeras, memilin, memotong, menggunting dll. Mereka juga sudah bisa menggunakan sendok untuk mengambil atau menyuap makanan. Terutama bila mereka memang diberi kesempatan di usia sebelumnya untuk melatih tangannya. Beberapa anak sudah dapat menggunakan alat tulis untuk menggambar atau menulis huruf dan angka. Diakhir usia 10 tahun umumnya mereka sudah bisa menggunakan tangannya untuk berbagai keterampilan seperti menulis halus, menjahit, menganyam dsb.
2. Perkembangan daya pikir
  Seiring dengan masuknya anak kesekolah dasar, kemampuan daya pikir anak akan turut mengalami peningkatan yang pesat. Karena pembelajaran akan menambah pengetahuan mereka tentang berbagai hal. Mereka juga sudah mulai dapat menghitung, mengelompokkan benda. Membandingkan dan mengurutkan berdasarkan ukuran benda. Mulai mengenal waktu berdasarkan hari, tanggal, jam dst. Anak juga sudah bisa menyebutkan dan mengingat benda-benda di sekitarnya. Di usia ini anak masih belajar dengan secara langsung melihat atau memegang bendanya. Misalnya dia akan belajar mengenal buah-buahan, maka ia harus diperlihatkan dan memegang buah itu secara langsung. Begitu juga bila ia belajar menjumlah, maka harus ada benda yang langsung bisa ia jumlahkan, bisa dengan jarinya atau benda lain (lidi, batu, kue dll). Anak usia ini juga memiliki kreativitas yang baik, bisa punya ide-ide baru, membuat sesuatu yang unik/berbeda dengan yang lain.
3. Perkembangan bahasa
  Anak usia 6-10 tahun umumnya sudah bisa mengerti apa yang diucapkan orang-orang disekitarnya, dengan bahasa daerah masing-masing. Mereka juga sudah bisa menyampaikan apa yang mereka inginkan dengan kalimat yang bisa di mengerti orang lain. Mereka umumnya sudah bisa bercakap-cakap dan tanya jawab. Sudah bisa menjawab pertanyaan apa, siapa, dimana dan mengapa. Mereka juga sudah bisa menyebutkan namanya dan nama orang tua. Kosa kata, tata kalimat dan penggunaan bahasa terus berkembang. Sekolah membantu anak untuk terus berkembangnya kemampuan berbahasa ini. Orangtua juga dapat membantu menambah perbendaharaan kata anak dengan seringnya membaca buku. Oleh karena itu, orang tua sebaiknya menyediakan buku-buku bacaan yang bermanfaat untuk anak atau mengajak anak ke taman bacaan atau perpustakaan daerah. Orang tua juga harus banyak mengajak anak tanya jawab, bercerita dan berbicara/ ngobrol.
4. Perkembangan sosial emosi
  Di usia ini anak senang bermain ke luar rumah bersama teman seusianya. Permainan yang disukai biasanya permainan yang banyak memungkinkan kebersamaan dan ada unsur perlombaan/kompetisi. Itu kenapa anak usia ini suka dengan permainan yang menantang. Mereka sudah bisa mengikuti aturan permainan yang disepakati.
  Pada usia sekolah, anak mulai mengenali perasaannya. Mereka sudah tahu apakah sedang sedih, marah, takut, senang dll. Dapat mengekspresikan perasaannya seperti Saya senang mendapat hadiah dari nenek tapi saya sedih karena hadiah yang saya dapatkan tidak sesuai dengan harapan saya .” Tetapi mereka belum betul-betul dapat mengendalikan perasaannya. Apalagi bila orangtua tidak mengajarkannya.
  Biasanya di usia ini anak sudah tidak lagi tantrum/ngambek atau berteriak atau berguling-guling bila marah. Bagaimana anak menyampaikan perasaannya sangat tergantung pada bagaimana contoh yang diberikan orangtua. Bila orangtua marah dengan berteriak atau melempar benda, maka akan akan melakukan hal yang sama. Sebaliknya bila orangtua bersabar saat marah, maka anak juga akan belajar bersabar. Mengekpresikan perasaannya sesuai situasi kondisi. Mereka sudah dapat menjaga perilakunya di hadapan orang yang mereka segani, misalnya di depan guru. Anak usia sekolah umumnya ingin dianggap menjadi anak yang baik, sehingga umumnya mereka menjadi anak yang patuh dan terlihat baik.
  Anak senang bermain dan berkumpul dengan teman sebaya, terutama yang satu jenis kelamin. Mereka umumnya belum tertarik dengan lawan jenis. Diatas usia 10 tahun, baru mulai muncul ketertarikan dengan lawan jenis.
5. Perkembangan Kepribadian
  Anak-anak mulai dapat menggambarkan dirinya dengan ciri- ciri yang membedakan dia dengan teman-teman sebayanya sesuai kelebihan dan kekurangannya, apakah ia merasa cantik, pintar, tinggi dsb. Misalnya : “Saya seorang yang pandai bernyanyi tapi tidak pandai berhitung."
  Penilaian terhadap dirinya juga dipengaruhi oleh lingkungan. Bila selalu mendapat ejekan, direndahkan apalagi bila diberi julukan jelek akan membuat anak menjadi tidak percaya diri.
  Anak yang baik konsep dirinya dipengaruhi oleh dukungan cinta dan perhatian secara lahir batin kedua orang tuanya. Perlakuan yang selalu mendukung dan menerima anak apa adanya serta menghargai hasil karyanya sekecil apapun membuat anak percaya diri. Dia merasa bahwa dia mampu melakukan hal-hal baru yang menyenangkan buat dirinya dan orang lain.
Berikut ciri anak usia 6-10 tahun yang percaya diri:
 - Selalu ceria dan spontan.
 - Mau bercerita kepada kedua orang tuanya, bersikap terbuka dan berbinar matanya.
 - Tidak mudah di takut-takuti atau lebih bersikap rasional dalam berperilaku.
 - Berani mencoba hal-hal baru dan berteman dengan teman baru.
 - Mengembangkan hobi dan pengetahuan baru.
 - Berkelompok dan memiliki teman akrab, pergi bersama ke taman atau lapangan bersama teman tanpa ditemani orangtua.
 - Anak laki-laki lebih suka bermain fisik, seperti main bola, naik sepeda dll.
 - Anak perempuan lebih bersikap agak pemalu dan mulai bersikap seperti orang dewasa. Lebih bersabar dan bicara rahasia. Sebagian sudah berani menceritakan idolanya kepada ibunya.
 - Berani membeli kebutuhannya sendiri ke toko
 - Saling berbagi dengan kakak dan adiknya.
 - Berani menyampaikan perasaan dan pendapatnya.
 - Anak sudah mulai meniru tingkah laku orang yang menjadi contoh teladan bagi dirinya. Misalnya potongan rambutnya, cara berpakaian, dll, mengikuti siapa idolanya.
 - Di akhir usia 10 tahun, anak akan semakin memperhatikan penampilannya, dan mulai memperbaiki gayanya sesuai dengan harapannya. Karena itu biasanya mulai muncul kebutuhan akan benda-benda yang mendukung penampilannya. Misalnya mulai senang pakai minyak wangi, sering menyisir dan bercermin, dll.

6. Perkembangan moral dan spiritual
  Dalam usia ini, anak sudah bisa menilai hukuman atau akibat yang diterimanya berdasarkan tingkat hukuman dari kesalahan yang dilakukannya. Sehingga ia sudah bisa mengetahui bahwa berperilaku baik akan mampu membuatnya jauh atau tak mendapatkan konsekuensi dari perbuatannya. Anak sudah bisa memilih mana perbuatan yang baik berdasarkan akibat dari perbuatannya itu. Jadi anak sudah bisa belajar mengenali akibat/konsekuensi perbuatannya. Anak menjaga perilaku untuk menjaga hubungannya dengan orang di sekitarnya. Dia jadi anak baik, supaya tidak dimarahi atau tidak ditegur guru.
7. Perkembangan psikoseksual
  Selama masa ini, anak-anak secara bertahap memperhatikan bahwa tubuh mereka berbeda dari tubuh orangtua, lawan jenis, dan kakak adik mereka. Mereka menjadi kagum dengan tubuh mereka sendiri dan tubuh orang lain. Pada tahap ini ada beberapa hal sering dilakukan anak antara lain:
  • Mereka mulai mencoba mengamati tubuhnya dan orang lain. Mereka mulai bertanya tentang perbedaan lelaki dan perempuan. Memperkuat identitas gender nya berdasarkan kesamaan ciri- ciri nya.
  • Anak mulai bertingkah laku meniru orangtua atau tokoh yang sesuai jenis kelaminnya.
  • Pada masa ini peran sesuai jenis kelamin mulai disadari. Anak laki-laki akan berperilaku seperti seharusnya anak lelaki. Begitu juga anak perempuan akan berperilaku sebagaimana perempuan seharusnya.


Jakarta, Agustus 2017 Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional