Serial Peluang Bisnis #7 : Passive Income " Investasi Saham"

Serial Peluang Bisnis #7 : Passive Income " Investasi Saham"

Serial Peluang Bisnis #7 : Passive Income " Investasi Saham"

Kali ini kita akan mengulas tentang peluang bisnis passive income dari bisnis melakukan investasi saham.
Sebelum Lebih detail kita menguraikan tentang saham ada baiknya kita merinci kembali mengenai produk-produk investasi keuangan yang ada di Indonesia saat ini.
Untuk produk perbankan yang paling sering kita ketahui ada yang namanya tabungan, giro dan deposito.
Deposito ini bisa dianggap adalah bagian dari investasi yang sangat tradisional. Tradisional karena sifatnya sangat aman dengan jangka waktu tertentu, namun tingkat pengembalian yang relatif kecil.
Di luar produk-produk tradisional yang dimiliki oleh perbankan terdapat instrumen-instrumen keuangan lain yang bisa digunakan untuk investasi finansial. Seperti asuransi, dana pensiun kemudian reksadana, obligasi bahkan sampai ke saham.
Nah.. saham itu sendiri defenisi khususnya adalah penyertaan kita untuk memiliki modal pada suatu perusahaan tertentu, dengan harapan kita memperoleh capital gain dari saham yang telah kita beli. Atau kita memperoleh bagi hasil atau dividen dari Keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan tersebut Pada kurun waktu 1 tahun periode operasional.
Saham ini adalah bagian dari bukti bahwa kita memiliki modal pada perusahaan tersebut, dimana kita ketahui bersama bahwa kepemilikan modal ada yang langsung disertakan ada juga yang dijual dan diperdagangkan di pasar saham. Porsi yang kita beli ini adalah yang diperjualbelikan di pasar saham. Biasanya saham saham dari perusahaan itu berbeda-beda porsi yang diperjual-belikan di pasar saham. Ada yang 10% dari total sahamnya, tapi ada juga yang lebih dari 10%. Perusahaan yang telah memperjualbelikan sahamnya di pasar saham disebut dengan perusahaan yang sudah go public. Misalnya kita kenal yang namanya Telkom, BNI, BRI,Mandiri, BCA, Unilever, Indofood dan lain sebagainya.
Sebagai sebuah peluang bisnis yang cukup menjanjikan, cara menjalankan bisnis ini sangat mudah. Dimana kita membeli saham setelah itu tinggal melihat pergerakan saham tersebut jika mengalami kenaikan pada waktu tertentu kita bisa menjualnya. Dari penjualan itu kita mendapatkan yang namanya ke capital gain. Ada yang diperjualbelikan secara langsung yang disebut dengan trading ada juga yang menunggu terus menerus sampai perusahaan ini beroperasi ada yang sampai 20 tahun dan lain sebagainya harapannya mendapatkan yang namanya keuntungan tahunan atau dividen.
Baiklah karena kita sudah melakukan review secara umum mengenai definisi saham dan apa harapan kita dengan menjalankan bisnis ini yaitu adanya pasif income. Maka selanjutnya Mari kita lebih detail membahas tentang langkah-langkah untuk memulai bisnis ini
Ada beberapa aspek yang perlu kita ketahui sekaligus menjadi langkah kita untuk menjalankan bisnis ini. Minimal ada 7 yang kita Uraikan satu persatu sebagai berikut :
1. Kenali produknya. Produk saham ini harus betul-betul kita pahami. Kenapa ? karena di dalamnya ada konsekuensi-konsekuensi yang sifatnya finansial. Kita bisa mendapatkan profit / keuntungan tapi di satu sisi kita juga bisa mendapatkan kerugian atau istilahnya loss. Ada prinsip di dalam menjalankan sebuah investasi yaitu high risk high Return.
Konsep ini juga berlaku untuk bisnis saham. Dimana untuk yang memperoleh pendapatan yang tinggi itu juga mengandung potensi Resiko yang sangat tinggi. Kalau kita mampu mengelola risiko dengan baik maka kemungkinan untuk mendapatkan potensi profit juga bagus. Olehnya di dalamnya ada teknik khusus yang harus kita siapkan. Supaya di dalam menjalankan bisnis ini berhasil dan bukan justru kerugian yang kita peroleh.
2. Kita harus mengenal lembaga-lembaga terkait yang ada di dalam proses jual-beli saham ini. Ada yang disebut dengan Bursa Efek Jakarta (dan Surabaya dulu) sekarang.. Sudah jadi Bursa Efek Indonesia (BEI). Kemudian ada juga perusahaan-perusahaan sekuritas, kemudian ada juga broker-broker Penjual saham, kemudian ada juga manajer investasi dan ada yang melakukan penyimpanan dokumen berharga terkait saham yang disebut custody.
Perusahaan sekuritas ini sendiri adalah Perusahaan yang memberikan jasa untuk Para investor bisa melakukan transaksi di flatform yang dimilikinya. Ada yang secara langsung ada yang bisa juga menggunakan aplikasi tertentu. Sama dengan broker-broker, mereka juga biasanya menyiapkan aplikasi tertentu kalau kita mau melakukan bisnis ini secara online. Tapi bisa juga dilakukan via telepon atau meminta bantuan manajer investasi untuk melakukan investasi terkait saham-saham yang akan kita beli. Yang terakhir ada jasa custody yang membantu kita untuk menyelenggarakan segala hal administratif terkait dengan dokumen-dokumen kepemilikan saham tersebut.
3. Selanjutnya yang ketiga, kita harus tahu rekening apa saja yang harus disiapkan untuk bisnis saham. Ada minimal 3 (tiga) rekening yaitu pertama ada rekening saham itu sendiri. Harus dibuka melalui perusahaan sekuritas atau bisa juga melalui broker-Broker yang kita kenal .
Selain rekening untuk transaksi kita ada juga yang namanya rekening giro penampungan. Ini adalah rekening yang dibuka di masing-masing bank yang memang menampung dana yang kita miliki untuk digunakan pada saat melakukan transaksi. Rekening ini adalah rekening yang tidak berbunga diperuntukkan hanya sebagai escrow atau penampungan sementara dana kita dalam melakukan transaksi saham. Terakhir ada namanya rekening afiliasi. Rekening ini adalah rekening yang berbunga yang ada di perbankan bisa berupa tabungan bisa berupa giro.
Itulah rekening-rekening yang harus kita siapkan di dalam menjalankan bisnis jual beli saham ini.
4. Setelah semua perlengkapannya siap. Rekening Securitas sudah ada, ada rekeningnya bank, kemudian sudah menyiapkan dana untuk melakukan pembelian saham, selanjutnya adalah langkah keempat yaitu melakukan pemilihan saham-saham yang akan kita beli.
Untuk membeli saham kita harus mengetahui harga-harga saham yang bagus. Jenis saham yang bagus misalnya tergolong dalam LQ45 atau termasuk dalam Kompas, atau termasuk di dalam golongan saham pilihan dari pemain atau investor yang ada di pasar modal.
Selain itu dalam mengetahui Pergerakan harga saham kita harus mengetahui analisanya. Ada minimal dua teknik analisa di dalam memilih saham yang akan kita perjual-belikan atau kita investasikan, yaitu analisa secara fundamental dan analisa secara teknikal.
Analisa secara fundamental adalah betul-betul menguji kondisi usaha, kondisi keuangan, kelangsungan usaha dari perusahaan yang sahamnya kita beli. Ini Biasanya kita lihat dari yang namanya prospektus. Prospektus ini berisi semua aspken maanajemennya, semua operasionalnya, keuangannya, pengelolaan resikonya dan aspek-aspek perusahaan lainnya yang memberi gambaran kepada kita bagaimana kondisi bisnis dan potensi risiko yang akan kita dapatkan ke depan jika memiliki saham tersebut.
Selanjutnya ada lagi analisa yang disebut dengan analisa teknikal ini sifatnya jangka pendek yaitu menganalisa performance dari saham yang kita beli dengan melihat juga perbandingannya dengan saham-saham yang sejenis. Apakah mengalami pertumbuhan yang lebih bagus dengan harga yang lebih bagus atau tidak ? Yang terakhir adalah melihat pergerakannya. Melihat pergerakannya ini banyak sekali analisanya kita bisa pelajari dari banyak model-model terkait dengan teknik untuk melihat pergerakan saham. Kapan dia naik kapan dia turun.
5. Selanjutnya yang kelima yang harus kita lakukan adalah melakukan pembelian atau penjualan. Pembelian atau penjualan ini dengan dua cara satu melalui manajer investasi yang kita percayakan untuk mengelola aset kita, atau dengan melakukan call ke mereka bisa juga secara online karena sekarang banyak sekali platform online yang disediakan oleh broker, sehingga kita bisa melakukan transaksi pembelian atau penjualan sendiri.
6. Langkah berikutnya adalah kita menentukan strategi kita dalam kepemilikan saham tersebut. Ada 2 secara umum yaitu yang pertama kita berinvestasi jangka panjang yaitu menyimpan dengan waktu yang kita tidak Tentukan. Sifatnya kita cuma membeli tidak menunggu sampai kapan kita jualnya. Tapi ada juga cara yang lain yaitu dengan menjualnya secara bertahap sesuai kurun waktu yang kita rencanakan bisa dalam kurun waktu 5 tahun, 1 tahun atau bahkan lebih pendek lagi misalnya 3 bulan atau bahkan bisa bulanan.
 Kita melakukan penjualan atau pembelian saham lagi ini sangat tergantung dengan rencana profit yang kita harapkan dan strategi bisnis yang kita jalankan.
7. Terakhir kita juga harus mengetahui apa yang kita peroleh dari apa bisnis saham ini ada 2 minimal keuntungan yang kita peroleh yang pertama dengan memperoleh capital gain atau bisa juga berupa dividen. Kalau capital Gain yang kita harapkan maka kita akan selalu membaca pergerakannya. Jisa bergerak naik maka otomatis kita akan mendapatkan Capital Gain dari selisih harga ketika kita membeli dan ketika kita menjual saham. Akan tetapi kalau kita mengharapkan dividen maka kita akan mempelajari performance dari perusahaan yang kita beli sahamnya dan dalam kurun waktu 1 tahun setelah dilakukan laporan. Jika terjadi profit maka akan ada peluang untuk membagikan hasil usahanya kepada seluruh pemegang saham yang disebut dengan dividen.
Itulah sedikit gambaran mengenai hal-hal yang harus kita perhatikan serta cara untuk menjalankan bisnis ini. Mudah-mudahan dengan penjelasan ini membantu Pembaca sekalian untuk menangkap peluang bisnis dari pasar saham yaitu dengan melakukan jual beli saham.
Demikian Semoga manfaat dan salam manfaat...