Serial Peluang Bisnis #8 : Passive Income " P 2 P Lending"

Serial Peluang Bisnis #8 : Passive Income " P 2 P  Lending"

Serial Peluang Bisnis #8 : Passive Income " P 2 P Lending"

Bagaimana kabar Emak-Emak gaul semua...
Sekarang saya akan sharing lagi sebuah peluang bisnis yang menjanjikan dengan pendapatan passive income dan secara Online.
Peluang bisnis itu adalah P2P Lending ( Peer to Peer Lending) atau ada juga yang menyebutnya Person to Person Lending...yang mana saja silakan digunakan.
Baiklah kita mulai ulas peluang bisnis P2P lending ini...
Pada uraian ini kita akan membahas terkait dengan unsur-unsur apa saja yang terkait dengan bisnis ini, kemudian membahas tentang model bisnisnya, memudian membahas model transaksinya, kemudian akan membahas tentang proses yang harus dijalankan untuk mendapatkan pasif income dari bisnis ini. Kkemudian kita membahas kelebihan dan kekurangannya bagi semua unsur yang terlibat.
Baiklah... untuk unsur-unsur yang terlibat di dalam p2p lending ini terdiri atas:
1. peminjam,atau disebut juga dengan nama borrower.
2. Pihak yang disebut dengan leader atau investor.
3. Penyedia fintech. Yaitu pihak yang memiliki system / flatform untuk marketplace dari p2p lending ini.
Peminjam adalah pihak yang memiliki sebuah proyek atau usaha yang membutuhkan dana dalam pengembangan usahanya. Biasanya orang-perorangan atau bisa juga perusahaan kecil start up atau small business.
Pihak selanjutnya adalah lender atau biasa juga disebut investor. Yaitu pihak yang memiliki kelebihan dana dan menginvestasikan dananya atau meminjamkan dananya dalam rangka membiayai Project yang dimiliki oleh peminjam dengan return atau pendapatan sesuai dengan yang ditawarkan oleh peminjam.
Selanjutnya pihak yang menyediakan platform marketplace bagi dua pihak ini yaitu peminjam maupun lender. Dimana borrower menawarkan produknya kemudian lender memilih Project yang akan dibiayai melalui satu platform atau sistem yang disiapkan oleh perusahaan fintech atau atau perusahaan finansial teknologi.
Nah itulah unsur-unsur yang terlibat di dalam p2p lending ini yaitu peminjam, kemudian lender atau investor selanjutnya ada perusahaan finansial teknologi yang menyediakan system platform marketplace.
Selanjutnya model bisnis dari p2p ini adalah
1. Investor menyediakan dananya,
2. Kemudian masuk ke platform fintech dan menemukan Project yang ditawarkan oleh peminjam.
3. Peminjam telah menyiapkan informasi terkait dengan projectnya, Seperti apa risikonya, kemudian skema pengembaliannya.
4. Perusahaan finansial teknologi melakukan review kelayakan Project dan menawarkan di platform marketplace yang mereka miliki. Dengan dilengkapi hasil skoring tingkat Resiko yang dimiliki oleh masing-masing Project atau peminjam biasa disebut dengan skoring atau rating.
5. Mereka berada di dalam satu flatform. Ketika ada kesepakatan maka Proses bisnis dijalankan di mana investor akan menanamkan uangnya dana hanya untuk membiayai project dari borrower.
6. Borrower kemudian membayarkan kewajibannya kepada pihak lain melalui platform marketplace dari finansial teknologi ini.
Proses itu simultan sampai selesainya satu Project.
Proses yang dilakukan oleh seorang Borrower adalah :
1. Mengajukan pinjaman ke fintech untuk membiayai projectnya dengan melampirkan berbagai informasi terkait dengan bagaimana usahanya, industrinya, manajemennya keuangannya, tingkat resikonya, termasuk juga metode pengembalian dan bunga yang disiapkan bagi yang memberikan pinjaman.
2. Pihak borrower akan dianalisa oleh finansial teknologi. Meliputi analisa kelayakan proyeknya atau analisa kelayakan pemberian pinjaman. Jika analisa itu mencapai kesimpulan atau keputusan setuju, maka selanjutnya akan dimuat di marketplace platform yang telah disiapkan oleh perusahaan teknologi finansial.
3. Setelah ada lender yang bersedia untuk melakukan pembiayaan terhadap proyeknya tersebut, maka kemudian mendapatkan dana pembayaran dari finansial teknologi untuk membiayai proyek selanjutnya. Pihak borrower bisa melanjutkan operasional dari proyek yang telah diajukannya tersebut.
Nah untuk seorang lender atau investor ada beberapa proses yang akan dilakukannya meliputi tiga item yaitu :
1. Masuk ke platform atau sistem marketplace yang disiapkan oleh teknologi finansial dan mengecek Apakah ada proyek-proyek yang siap dibiayai di dalam platform tersebut. Di Flatform marketpalce tersebut telah tersedia informasi mengenai projectnya, kemudian tingkat rating atau scoring dari Project tersebut, kemudian tingkat pengembaliannya, jangka waktunya dan kebutuhan pendanaan yang diharapkan.
2. Setelah melihat dan dinilai ada yang sesuai dengan profil risiko maupun profit yang akan diperolehnya, maka boleh melakukan pendanaan. Pendanaannya dilakukan melalui fintech kita sendiri dengan mendaftarkan Berapa jumlah dana yang akan diserahkan dan menyampaikannya melalui sistem tersebut. Pendaftarannya juga melalui teknologi finansial teknologi ini, yang telah didaftarkan tersebut.
3. Karena bersifat pasif income maka setelah itu Para investor atau lender tinggal menunggu hasil dari usaha yang dilakukan oleh borrower tiap bulan atau sesuai dengan jangka waktu diperjanjikan. Pihak lender ini akan menerima return atau pengembalian sesuai dengan yang diperjanjikan sampai selesainya jangka waktu Project tersebut. Penghasilan Lender ini menjadi pasive income karena sekali saja menanamkan modal selanjutnya akan menunggu hasil, tidak harus terlibat langsung di operasional tetapi menunggu hasil pengembalian dari Project yang dilakukan oleh borrower.
itulah proses-proses yang dilakukan baik oleh borrower maupun investor atau lender di dalam bisnis p2p lending ini.
Selanjutnya kita akan mengulas Lebih Detail mengenai kelebihan dan kekurangan teknologi vintage dan basic p2p lending ini baik itu kepada lender maupun kepada borrower.
untuk borrower :
kelebihannya adalah :
1. Disa mendapatkan bunga yang rendah dibandingkan memperoleh pinjaman dari institusi-institusi perbankan atau koperasi atau lembaga simpan pinjam lainnya. Karena sifatnya orang-perorang sehingga bisa mendapatkan penawaran yang cocok.
2. Untuk memperoleh kredit atau pinjaman kadang sangat sulit. Ada persyaratan-persyaratan yang sangat banyak secara administratif. Namun melalui teknologi ini pola p2p ini menjadi lebih cepat dan mudah karena tidak terlalu banyak syarat administrasi yang diharuskan dipenuhi oleh seorang borrower.
3. Biayanya sangat rendah. Kenapa? Karena tidak terlalu banyak hal-hal yang harus disiapkan. Dan semuanya dilakukan secara online. Sehingga tidak ada kesulitan di dalam menjalankannya.
Kekurangan buat borrower adalah :
1. Sifat dari sistem ini adalah risk-based pricing atau biasanya disebut dengan biaya bunga pengembalian yang disesuaikan dengan tingkat risikonya. Jika berada pada posisi risiko yang kecil, maka bisa mendapatkan pembayaran bunga yang rendah. Tapi kalau tingkat risikonya tinggi maka semakin tinggi bunga yang harus dibayarkan bahkan pada kondisi tertentu bunganya melebihi dari suku bunga perbankan atau koperasi.
2. Ada pemberlakuan penalty atau denda atas tunggakannya dan nominalnya termasuk sangat tinggi. Semakin tinggi maka semakin banyak tunggakan akan semakin tinggi juga finalty atau denda yang di kenakan. Sehingga kadang ini memberatkan bagi seorang borrower. Pola-pola yang digunakan untuk penagihan juga kadang kurang bersahabat dari sering dilihat borrower.
3. Tidak bisa digunakan untuk pembiayaan Project yang sifatnya jangka panjang. Hanya pembiayaan pembiayaan jangka pendek misalnya pembelian barang atau dengan kurun waktu tertentu misalnya satu sampai tiga bulan meskipun ada juga yang bisa sampai 1 tahun.
itulah kelebihan dan kekurangan dari sistem ini kepada borrower
Selanjutnya kita akan membahas kelebihan dan kekurangan p2p lending ini bagi Lender atau investor.
Bagi lender atau investor kelebihan dari sistem ini adalah :
1. Memperoleh return yang cukup tinggi karena disesuaikan dengan tingkat resiko dari Project yang dibiayai. semakin tinggi resikonya maka semakin tinggi juga return yang dijanjikan, namun semakin bagus tingkat resikonya maka return yang akan dijanjikan juga semakin rendah.
2. Tingkat risiko yang relatif rendah di mana ada pihak finansial teknologi yang bisa membantu dalam penagihan. Kadang ada beberapa yang menyiapkan dana proteksi dalam hal ini untuk mengembalikan dana lender atas biaya yang telah dikeluarkan sehingga masih tetap bisa melanjutkan ke proyek berikutnya.
3. Terdapat kemudahan karena modal yang disiapkan itu sangat minim dengan modal Rp100.000 tapi ada juga beberapa sampai satu juta sudah bisa menjadi investor atau lender di projek-projek yang ada.
Kekurangannya adalah karena menjadi dasar untuk menilai Project hanya dari rating dan pemaparan yang ada di marketplace p2p finansial teknologi maka seorang leader tidak memiliki informasi yang lebih lengkap lagi selain yang disajikan itu. Sehingga kadang memperoleh Project yang tidak sesuai dengan yang diharapkan sehingga meskipun pengembalian dilakukan tapi melalui proses yang memakan waktu. Itulah penyebab sehingga kadang tidak terlalu diminati.
Namun secara umum pola p2p ini dianggap merupakan metode yang memberikan solusi yang sangat baik dalam proses pembiayaan dan saat ini lagi booming di mana-mana karena kemudahan dalam prosesnya dan banyaknya proyek-proyek yang ingin mendapatkan bantuan permodalan.
Nah itulah Emak sekalian uraian terkait dengan peluang bisnis p2p lending, kita telah menguraikan mengenai unsur-unsur yang terlibat kemudian bisnis yang ada didalamnya proses yang harus dilakukan di dalam bisnis tersebut kelebihan dan kekurangannya intinya ketika memiliki kelebihan dana dan ingin mendapatkan pasif income maka peluang bisnis p2p lending ini merupakan satelit pilihan dimana sebagai seorang investor cukup dengan menanamkan modalnya pada sebuah Project kita bisa memperoleh penghasilan terus-menerus selama kurun waktu yang telah disiapkan.
semoga uraian ini memberikan manfaat bagi kesuksesan emak kalian dalam mendapatkan passive income dari dunia online.
Demikian dan salam manfaat.